Selasa, 25 April 2017

Kegagalan dibalik kesuksesan TKI/TKW





Menjadi Buruh migran atau yang biasa di kenal dengan sebutan TKI/TKW adalah suatu pilihan terakhir bagi kalangan masyarakat  pada umumnya di daerah pelosok lebih-lebih deaerah yang berbatasan langsung dengan TNGR.
Mengapa demikian?

Pertama : karena memang rata-rata keadaan masyarakat tidak memiliki pekerjaan tetap atau tidak memiliki lahan yang akan mereka garap untuk memenuhi kebutuhan seahari-hari atau untuk memenuhi kebutuhan yang laian seperti untuk membuat rumah maupun kedaraan.

Yang kedua : karena kebanyakan dari masyarakat tidak berpendidikan atau tidak memiliki Life skill yang bisa diandalkan untuk mencari pekerjaan yang dapat meberikan penghasilan yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Yang ketiga : ada juga masyarakat yang memiliki pendidikan maupun skill yang cukup, bahkan juga memiliki lahan yang lumayan yang kira-kira kalu dapat dimanfaatkan atau dikelola dengan baik niscaya akan memberikan penghasilan yang lumayan pula. Akan tetapi terhalang dengan dana yang tidak dimiliki sebagai modal untuk mengembangkan skill atau untuk mengelola lahan yang ada maka akhirnya mereka memilih untuk menjadi TKI untuk mewujudkan  apa yang mereka cita-citakan.

Dengan berbagai alasan dan sebab itulah banyak dari masyarakat memilih untuk bekerja di luar negeri sebagai TKI maupun TKW dengan berbagai macam tujuan seperti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membangun rumah, membeli kendaraan dan lain sebagainya.

Dari sekian bayak masyarakat yang memilih untuk bekerja keluar negeri sebagai TKI/TKW tidak sedikit pula yang memperoleh kesuksesan, mereka medapatkan uang banyak, bisa membangun rumah dan dapat membeli kedaraan yang menjadi idaman semasa masih dirumah sebelum berangkat menjadi TKI/TKW. Dan tidak dinafikan juga bahwa tidak sedikit yang gagal mendapatkan apa yang mereka impikan dari rumah bahkan semakin menambah beban mereka, karena kadang-kadang mereka pergi meakai ongkos pinjaman dari orang lain, kemudian sampai dinegara tujuan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan ataupun yang di janjikan oleh oknum tertentu ahirnya pulang dengan ongkos yang dikirimkan dari rumah.

Namun dari sekian banyak yang sukses gara-gara pergi keluar negeri untuk menjadi TKI/TKW ternyata tidak banyak yang bisa memanfaatkan hasil jerih payah mereka terutama oleh keluarga buruh migran yang ditinggalkan, menggunakannya sebagai modal usaha yang berkelanjutan, atau untuk mengembangkan skill yang mereka miliki ataupun untuk membeli lahan pertanian atau perkebunan yang akan bisa merka kerjakan dan kembangkan pada saat merka sudah pulang ke kampung halaman.

Artinya uang yang mereka hasilkan tidak hanya sekedar dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membangun rumah dan membeli kendaraan atau barang-barang yang lain  yang sifatnya konsumtif atau hanya sekedar kebutuhan pelengkap saja, sehingga akibatnya tidak sedikit dari TKI/TKW kita yang pulang pergi dan tidak betah di rumah bahkan ada yang sampai tua hanya mengandalkan pekerjaan sebagai TKI/TKW saja.

Itulah sebabnya dapat kita menyimpulkan bahwa tidak jarang dibalik kesuksesan seorang TKI/TKW ternyata ada kegagalan  dalam hal memanfaatkan hasil mereka sebagai modal usaha ataupun untuk membeli lahan yang bisa mereka kembangkan atau kerjakan setelah mereka pulang nanti, sehingga tidak terus menerus menggantukan kehidupan pada pekerjaan menjadi buruh migran atau menjadi TKI/TKW secara terus-menerus.

Sabtu, 22 April 2017

PELATIHAN PENDOKUMENTASIAN



lokasi pelatihan

Hotel ini adalah lokasi pelatihan pendokumentasian bagi pengurus PINBID 12 desa binaan ADBMI & Friends padi tanggal 21 - 23 April 2017. hotel ini berada di sebuah desa yang sangat terkenal dengan desa wisata yang sudah sangat banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara.



Pelatihan ini di bimbing langsung oleh sorang yang sudah sangat profesional di bidang membuat berita dan dia juga sudah bekerja selama 8 tanun di Lmbok Pos dia adalah bapak Pathul Rahman


Restaurant

Salah satu fasilitas yang tersedia di hotel green orry inn ini adalah sebuah restaurant yang di desain cantik dan menarik dan memanjakan mata yang melihat, mkanan yang tersedia juga sangat beragam sehingga tidak kalah dengan restaurant-restaurant yang ada di tempat-tempat lain. Lokasinya juga sangat indah karena berhadapan langsung dengan persawahan yang masih alami.

peserta

para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena kami semua menganggap pelatihan ini sangt penting bagi para pengurus PINBID masing-masing desa yang mendapatkan program dari ADBMI & Friends dalam hal pendokumentasian segala kegiatan yang diselenggarakan oleh PINBID semua desa penerima manfaat.


wawancara

salah satu dari tugas yang diberikan oleh fasilitator dari pelatihan ini adalah praktik langsung untuk meliput suatu berita yang ada di 4 desa yang berdekatan dengan lokasi pelatihan, salah satu desa yang kami kunjungi adalah desa lendang nangka utara, kecamatan masbagik, kab. lombok timur.






wawancara

di desa ini kami mengambil  tema tentang tema dan segala yang berkaitan dengan nanas sejak pembibitan sampai pemasaran dan pengolahan. orang-orang yang kami minta keterangan tentang masalah itu antara lain : Ahmad Rifai, Marsiadi dan Ripai



pelatihan pengambilan gambar dalam Video berita 

Salah seorang wartawan Selaparang TV sedang memberikan teori bagaimana metode mengambil gamber atau video yang baik untuk sebuah gambar berita yang akan ditayangkan di televisi


Kerupuk dan dodol tanpa bahan kimia

POHON, NANAS, PINBID, LENGKARA
Kebun Nanas

Setelah beberapa tahun menjalani usaha sebagi pedagang sayuran keliling di setiap rumah yang ada di lingkungannya atau dusunya dan makanan-makanan ringan untuk anak-anak, Zakrah kini memulai usaha baru yaitu membuat kerupuk nanas dan dodol nanas.

Bermodalkan Bimtek untuk membuat kerupuk nanas dan dodol nanas selama 3 hari pada awal tahun 2017 yang lalu zakrah mampu membuat suatu produksi yang berbahan dasar nanas yaitu kerupuk nanas dan dodol nanas dan memiliki rasa yang tidak kalah dengan produk-produk lain.

Produk yang berbahan dasar nanas yaitu kerupuk nanas dan dodol nanas itu di tawarkan dengan harga yang lumayan dengan kisaran harga Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per kilogramnya, harga itupun berubah-ubah sesuai menurut kondisi harga pasar yang turun naik harga bahan mentahnya.

KERUPUK, NANAS, SEHAT
KERUPUK NANAS

“ saya sangat berharap produk olahan nanas menjadi kerupuk dan dodol ini di pasarkan dengan harga yang sangat terjangkau oleh semua kalangan. Kerupuk dan dodol ini diolah secara sehat tanpa soda maupun bahan pengawet lainya sehingga produk ini baik bagi kesehatan pelanggan” kata Zakrah yang bertempat tinggal di sebuah rumah yang di kelilingi oleh perkebunan yang hijau dan penuh dengan tanaman nanas disamping kiri kanan dan belakang rumahnya yaitu di borok lelet, salah satu dusun yang ada di desa lendang nangka utara, kecamatan masbagik, kab. Lombok timur.



DODOL, NANAS
DODOL NANAS
Termotivasinya dalam membuat produk-produk yang berbahan nanas berawal dari ajakan seorang temannya untuk mengikuti salah satu bintek dalam pengolahan nanas yang di adakan oleh dinas koperasi dan UMKM provinsi NTB yang diselenggarakan di Aula kantor desa lendang nangka utara selama 3 hari pada awal tahun lalu, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pendapatan dan bisa meningkatkan nilai jual nanas yang hanya seharga Rp 500 – Rp 1000 perbuahnya atau bahkan dilelang dikala musim panen yang bersamaan yang menyebabkan kerugian besar-besaran bagi petani nanas yang ada di desa lendang nangka utara.

PELATIHAN, PRODUK LOKAL, LENDANG NANGKA UTARA
HASIL PRODUKSI DARI NANAS

Seusainya mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) pengolahan nanas zakrah memulai mencoba untuk memproduksi di rumah beserta kelompoknya walaupun hanya sedikit untuk percobaan, ahirnya sekarang dengan modal seadanya yang tidak terlalu besar sudah bisa memproduksi banyak untuk di  pasarkan di kios-kios terdekat. “ada juga yang dibawa ke pancor, kec. Selong oleh adek iparnya sendiri untuk di promosikan dan dipasarkan disana” ujarnya.


Walaupun mendapatkan keutungan yang tidak terlalu besar namun Ibu dua anak ini terus semangat untuk memproduksi kerupuk nanas dan dodol nanas ini “harapan saya semoga kedepan produk-produk ini bisa diterima oleh semua kalangan yang ada di desa-desa tetangga dan semoga produk-produk saya ini bisa sampai ke luar daerah bukan hanya sekedar di lombok saja” katanya penuh harap.

Selain di rumhanya produk kerupuk dan dodolnya bisa juga di pesan online melalui admin PINBID Lenkara dan di Sekretariat PINBID Lengkara yang menampung hasil produk-produk kelompok-kelompok Usaha keci yang ada di Desa Lendang Nangka Utara. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dan memperluas jangkauan promosi dari produk-produk yang ada.
LOKAL, KREPEK UBI, KREPEK PISANG
PRODUK LOKAL

Sebenarnya bukan hanya Zakrah yang saja yang menghasilkan produk kerupuk nanas dan dodol nanas, akan tetapi ada 30 Kelompok yang mengikuti Bimtek yang sama akan tetapi Cuma beberapa yang konsisten membuat produk kerupuk nanas dan dodol nanas. Dari 30 kelompok yang sudah terbentuk ada yang membanting stir dari pelatihan yang diikuti, ada yang membuat minyak kelapa, magic jahe, Roti dan lain sebagainya.


NANAS, LOKAL
HASIL PRODUKSI DARI NANAS
Namun demikian “saya terus memberikan semangat kepada anggota kelompoknya untuk terus bekerja, berkarya dan terus berinovasi untuk membuat produk-produk yang berbahan nanas selain dari kerupuk dan dodol dibawah bimbingan dan motivasi dari teman-teman yang ada di pengurusan PINBID Lengkara” ungkapnya kepada kami.




Ada juga kelompok selain darik kelompok zakrah yang memproduksi selai nanas dan sirup nanas, akan tetapi masih terkendala dengan pemasaran atu permintaan yang begitu banyak dengan demikian masih memproduksi dalam skala kecil sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan permintaan yang ada.

Harapannya secara umum semoga produk-produk kami ini bseserta produk-produk semua teman-teman kelompok yang ada bisa menembus pasar yang luas sehingga bisa mengingkatkan penghasilan dan mengurangi pengangguran yang ada di desa lendang nangka utara dengan menjadi pelaku usaha kecil dan menjadi desa yang di kenal dengan pengolahan nanas yang tidak hanya menjual nanas kepada para tengkulak dengan harga yang sangat murah akan tetapi di olah dulu untuk meningkatkan nilai jual. “Dan semoga ini merupakan awal dari perkembangan perekonomian di desa lendang nangka utara ini” paparnya singkat pada saat kami temui hari ini Sabtu 22 April 2017 pukul 09.00.