Jumat, 23 Juni 2017

PINBID Lendang Nangka Utara Menyalurkan Zakat Dari Koperasi PGRI Kecamtan Masbagik




Usai solat Jum’at bersama koordinator PINBID Lendang Nangka Utara bapak Awaludin, bendahara bapak Ahmad Rifai dan salah seorang anggota unit pusat data Langsung mendapat amanah untuk menyalurkan zakat kepada wara yang berada dusun Jimse Desa Lendang Nangka Utara.


Zakat ini berasal dari Koperasi PGRI Kecamatan Masbagik, yang dibawa oleh salah seorang guru yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri 10 Lendang Nangka yaitu bapak Muhsan Jufri, S.Pd siang tadi selesai melaksanakan solat Jum’at di masjid Nurul Iman Jimse desa Lendang Nangka Utara (23/06).



Sesuai dengan apa yang diamanatkan bahwa zakat ini akan disalurkan kepada warga Jompo yang berada di Dusun Jimse yang menjadi salah satu dusun yang menjadi tetangga Sekolah, karena SDN 10 Lendang Nangka ini memiliki Sumber peserta didik dari 4 dusun yaitu dusun Jimse, dusn Benteng Montong Sube, dusun Benteng Selatan dan dusun Loang Sawak.


Hal ini merupakan agenda tahunan dari Koperasi PGRI Keamatan Masbagik untuk menyalurkan zakat para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada di lingkup Unit DIKBUD Kecamatan Masbagik yang menyimpan uangnya di Koperasi PGRI tersebut kepada warga sekitar Sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Unit Dikbud Kecamatan Masbagik.

Penyaluran zakat kepada warga sekitar sekolah ini dimaksudkan agar dapat membantu kepada warga masyarakat secara merata di setiap satuan pendidikan yang ada di kecamatan masbagik ini, dengan demikian dapat menghindari kecemburuan sosial karena zakat tersebut tidak hanya dibagikan kepada warga masyarakat yang berhak menerima zakat di satu daerah saja melainkan merata di setiap warga yang menjadi tetangga satuan pendidikan yang berada di kecamatan masbagik.




Dan semoga ini merupakan pembelajaran yang bisa memotivasi warga sekitar semua satuan pendidikan untuk berbagi kepada sesama yang sedang membutuhkan uluran tangan para dermawan, dengan mengeluarkan zakat harta yang mereka miliki yang merupakan kewajiban bagi setiap ummat nabi Muhammad untuk mengluarkannya jika sudah mencapai haul dan nisob dari harta yang dimiliki. Begitu juga dengan infaq maupun sedekah yang menjadi suatu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW.

Rabu, 21 Juni 2017

SANTUNAN KEPADA ANAK YATIM/PIATU



Sesuai dengan apa yang telah disepakati yaitu mengadakan santunan kepada anak yatim/piatu yang ada di 2 dusun yakni dusun Jimse dan Dusun Borok Lelet, alhamdulillah sore tadi Rabu (21/6) sudah bisa terlaksana dengan baik dan lancar  di masjid yang ada di dusun borok lelet.





Acara ini dirangkaikan dengan solat ashar berjamaah dan pembacaan surah yasin bersama warga sekitar yang hadir untuk solat berjamaah sekaligus untuk menyaksikan dan memeriahkan berlangsungnya acara santunan kepada anak yatim/piatu. Dalam kesempatan ini juga di hadiri oleh bapak kepala desa Lendang Nangka Utara Bapak Jumawal, SH, Kepala dusun dan RT yang ada di dusun Jimse dan Borok Lelet.
















Setelah pembacaan surah yasin dilangsungkan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim/piatu yang berjumlah 42 Orang yang berasal dari dusun Jimse 9 orang dan Borok Lelet 32 orang. Sumber dana yang kami salurkan berasal dari swadaya masyarakat, kepala dusun Jimse dan Borok Lelet, pengurus PINBID Lendang Nangka Utara, PAMDUS Jimse dan PAMDUS Borok Lelet, dan Kepala desa Lendang Nangka Utara.


Setelah acara santunan selesai kepala desa, Polmas Lendang Nangka Utara, Kadus dan Beberapa orang RT berkumpul untuk membahas rencana tindak lanjut kedepan agar acara ini tidak hanya di laksanakan hanya pada bulan ini akan tetapi bagaimana supaya bisa dilaksanakan setiap bulan, disamping itu juga menyepakati lembaga yang akan dipergunakan untuk mengorganisir program-program dimasa-masa yang akan datang.












Selasa, 20 Juni 2017

Bosan Miskin, Puteri eks-BMI Berjuang Menantang Dunia


PINBID, lendang nangka utara
Bq. Sri Hidayati
Setiap orang pasti punya cerita fantasi yang indah dalam benaknya. Harapan memang selalu terlukis indah, seindah mungkin. Tapi, kenyataanya alam memiliki cerita sendiri untuk para pelukis hidup. Seperti cerita wayang, demikian manusia melakoni peran dari dalang dengan ceritanya yang tidak akan sama dengan apa yang terbayang dalam imajinasi itu.
Namanya Ida, lengkapnya Baiq Sri Hidayati (20 Th), belia usianya. Dia telah lama menantang dunia yang bila diterawang dengan sebelah mata akan terlihat timpang dan tak adil. Ida, dia sosok yang telah terlatih oleh alam ini, ia menjelma menjadi seorang yang tegar dan berani.

Tahun 2008 bulan November, kala itu ia baru saja duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar, memulai catatan kelam cerita hidupnya. Ayahnya Lalu Muhammad Ali telah pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Ida bersama adik laki-lakinya tinggal dan bergantung hanya pada ibunya.

Baiq Fatimah, memang seorang ibu yang hebat bagi Ida. Beliau mengajarkannya tentang perjuangan hidup. Bertahan hidup dengan membuka warung kecil-kecilan di pojok depan rumahnya. Ibunya juga telah lama menyambi menjadi pengusaha tembakau Virginia setiap musim tanam, musim kemarau. Hingga sampai pada satu waktu di tahun 2014, usaha tembakau yang digeluti ibunya jatuh bangkrut. Sehingga memaksanya pergi merantau menjadi seorang TKW ke Brunnei Darussalam sebagai pembantu rumah tangga di sana.

Ida yang telah tumbuh remaja, belajar Tata Boga di SMKN Kotaraja. Dia tinggal, menumpang bersama seorang adik laki-lakinya pada keluarga pamannya selama ibu pergi ke rantauan. Ida remaja mencoba untuk mulai melangkah dan menjemput harapan-harapan yang didambakannya. Dia tidak ingin terus menunggu, dia tidak ingin ibunya berlama-lama menanggung hidup keluarga kecilnya.

Cita-Cita yang Dirahasiakan

Alhamdulillah, saya pernah mendapat juara III di kelas. Tapi, waktu Ibu cukup lama hilang tanpa berkabar, nilai saya jatuh, saya dapat ranking 6 di kelas,” tuturnya. Ida menceritakan betapa berartinya kehadiran ibu, dan dia selalu berharap ibu pulang cepat dan kembali menemani dia dan adiknya. Sampai-sampai dia tidak ingin melanjutkan belajarnya ke perguruan tinggi. “Saya memang sangat ingin belajar lagi, tapi saya tidak mau jika ibu akan terbebani oleh biaya kuliah saya nantinya dan dia akan lebih lama lagi merantau di sana,” sambil berkata pelan, Ida beralasan.

Setelah tamat SMK di tahun 2016, ibunya Ida pun pulang dari Brunnei. Ida mulai mengaplikasikan keterampilan yang didapat selama menuntut di SMK, dia memulai usaha goreng-gorengan untuk dijual pada anak-anak SD yang kebetulan ada tepat di depan rumahnya. “Sebenarnya saya pernah buka usaha keripik pisang sewaktu saya masih sekolah dulu, tapi bangkrut,” sambil tertawa Ida mengingatnya. Hingga kini Ida telah banyak membuat produk makanan olahan seperti Magic Jahe buatannya yang pernah dipasarkan sampai di Gili Terawangan. Dia juga menerima pesanan kue-kue kering.

Ida yang energik punya motivasi tinggi dalam hidupnya. Langkah-langkahnya dimantapkan dan masa lalu telah ia maafkan, dia telah ikhlas dengan hidupnya adalah garis takdir yang telah tersirat dalam catatan harian hidupnya di Lauhil Mahfuz.

Walau pun dia masih sangat muda, Ida warga Jimse Dusun Jimse Desa Lendang Nangka Utara adalah seorang yang diperhitungkan di sana. Pusat Inkubasi Bisnis Desa (PINBID) Desa Lendang Nangka Utara memilihnya sebagai pengurus pada Bidang Pengembangan & Konsultasi Bisnis dan telah diutus sebagai perwakilan PINBID pada pelatihan Training of Trainner (TOT) yang diselenggarakan oleh Konsorsium ADBMI & Friends beberapa waktu lalu. Baiq Sri Hidayati kemudian akan memfasilitasi warga desa untuk mengembangkan usaha rumahan berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan yang bernaung di bawah PINBID Desa Lendang Nangka Utara. (Abed)

PEMBERIAN INSENTIF OLEH KEPALA DESA LENDANG NANGKA UTARA







Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, dan hawa lebaran memang sudah mulai terasa, hal ini di buktikan dengan banyaknya menjamur pasar-pasar dadakan baik siang maupun malam hari yang memanfaatkan momentum ahir ramadhan untuk menjual berbagai macam jenis pakaian dan jajanan khas lebaran.



Moment akhir Ramadhan ini juga banyak dimanfaatkan oleh para hartawan untuk mengeluarkan zakat harta tahunan mereka untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan dan berhak menerimanya, hal ini juga akan sangat berkesan kepada para penerima yang diberikan bantuan atau santunan, karena merupakan waktu yang sangat banyak pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan anak-anak mereka.



Hal ini juga yang dilakukan oleh kepala desa Lendang Nangka Utara Bapak Jumawal, SH, pada hari ini Rabu (21/06) yang dihadiri olah pendamping desa dan stap ahli, dengan memberikan Insentif kepada para BPD, 12 orang Kepala Dusun, 45 RT dan 65 Kader di aula kantor desa Lendang Nangka Utara, karena desa Lendang Nangka Utara ini terbagi menjadi 12 Kekadusan dan disetiap dusun terdapat 1 buah masjid dan 1 posyandu, kecuali dusun benteng selatan memiliki 2 buah masjid dan 2 buah posyandu karena memiliki wilayah yang lumayan luas, dan disetiap posyandu memiliki 5 orang kader dengan demikian kader yang ada di wilayah desa Lendang Nangka Utara berjumlah 65 orang.



Sehari sbelumnya juga kepala desa Lendang Nangka Utara memberikan Insentif kepada para Marbot yang berjumlah 13 orang dan kepada 68 guru ngaji yang bertempat di aula kantor desa Lendang Nangka Utara, hal ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi kepada para marbot dan guru ngaji yang selama ini telah ikut ambail bagian dalam mencetak generasi-generasi muda yang religius. Karena selama ini belum pernah mendapatkan perhatian oleh pemerintah desa maupun instansi-instansi terkait.



Dalam kesempatan ini juga para kepala dusun, RT, Marbot, Guru ngaji dan Kader sangat berharap agar dimasa-masa yang akan datang agar mereka lebih diperhatikan, karena mereka merupakan perpanjangan tangan dari kepala desa untuk mensukseskan program-program yang telah disepakati.


Sabtu, 17 Juni 2017

evaluasi bersama pengurus PINBID




setelah musyawarah pembentukan kelompok usaha yang diselenggarakn atas dukungan dari ADBMI & Friends terhadap masyarakt yang termasuk ke dalam daftar penerima manfaat dari program ADBMI yang berjumlah 100 orang yang ada di 6 dusun desa lendang nangka utara.
dari hasil musyawarah yang dilakukan pada tanggal 5 dan 8 April 2017 lalu menghasilkan 12 kelompok usaha dengan rincian tiap dusun 2 kelompok usaha uang terbentuk dengan berbagai rencana usaha yang di sepakati dari masing-masing kelompok yang berjumlah 12 kelompok usaha tersebut.
begitu juga dengan kelompok usaha yang ada di dusun jimse yaitu kelompok mawar dan kelompok anggrek yang merencanakan membuat kerupuk nanas, keripik, dodol nanas bahkan sirup nanas akan tetapi kendala yang sangat berat menurut ketua kelompok mereka adalah kemasan yang pas untuk memasarkannya.
dan pada saat ini yang sudah berjalan di kedua kelompok yang ada di dusun jimse ini adalah pembuatan keripik pisang, keripik singkong, dan kerupuk nanas di kelompok mawar sedangkan di kelompok anggrek adalah keripik singkong dan bantal.
kendala yang di alami sejauh ini menurut ketua kedua kelompok ini adalah peralatan untuk mengiris dalam pembuatan keripik tersebut, karena selama ini hanya menggunakan peralatan sederhana yang di rakit sendiri.
disamping itu juga " kami terkedala dengan modal yang sangat minim ketika ingin memproduksi dalam jumlah yang lebih besar" ujar Sapiah salah seorang anggota kelompok mawar saat kami tanya ketika sedang memproduksi keripik singkong kemarin tanggal 25 mei 2017.
hal yang sangat di harapkan selama ini adalah ada pihak-pihak baik dari pemerintah, dinas-dinas terkait, maupun lembaga lainnya untuk memberikan bantuan peralatan dan bantuan permodalan yang akan bisa mendongkrak hasil produksi maupun pendapatan mereka.

rapat tentang RTL Training Of Trainer



diskusi bertempat di sekretariat PINBID Lendang Nangka Utara, Pak Awaludin selaku Koordinator PINBID Lendang Nangka Utara Mengajak rapat untuk membicarakan masalah RTL setelah mengikuti Training Of Trainer manajemen ekonomi rumah tangga dan pengembangan bisnis selama 6 hari di hotel grenn orry inn Tetebatu.
pertemuan ini diikuti oleh beberapa orang pengurus PINBID diantaranya Awaludin, Ahmad Rifa'i, Ripai dan Ahmad Zaidi. "saat ini yang harus kita selesaikan adalah segala sesuatu yang ada kaitannya dengan administrasi PINBID agar secepatnya diselesaikan" kata pak koordinator yaitu pak awaludin.
dalam kesempatan ini juga hadir salah seorang dari perangkat desa yaitu pak haerun badrun yang ikut memberikan masukan dan motivasi demi kemajuan PINBID secara khusus dan kemajuan desa Lendang Nangka Utara secara umum.
dalam kesempatan ini juga pak awaludin menanyakan tentang keberadaan kepada pak haerun badrun tentang badan amil zakat desa (BAZDES), apakah sudah ada atau belum, akan tetapi pak haerun badrun mengatakan "memang pada waktu dilaksanakannya lomba desa sudah dibentuk akan tetapi hanya sekedar namanya saja tidak pernah ada program yang dijalankan".
pada ahir pertemuan pak haerun badrun mengungkapkan kepada kami harapannya selama ini untuk membentuk sebuah koperasi desa, karena itu akan sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha terutama bagi usaha kecil atau usaha berbasis rumah tangga.

Diskusi Bersama Bapak BHABINKAMTBMAS Desa Lendang Nangka Utara

Usai melaksanakan pertemuan dengan pengurus, Koordinator PINBID Lendang Nangka Utara Bapak Awaludin menemui Bapak BHABINKAMTBMAS Desa Lendang Nangka Utara yaitu bapak Sakban siang tadi Ahad 28 Mei 2017.
Walaupun pertemuan ini secara tidak disengaja dilakukan diatas bak penampung Air atau PAM, dimana PAM ini sudah memiliki pelanggan kurang lebih 300 orang pelanggan yang berada di beberapa kekadusan yang ada di desa Lendang Nangka Utara antara lain : dusun Borok Lelet, Otak Pancor Utara, Otak Pancor Selatan dan Kapitan.
Dalam kesempatan ini juga hadir Kepala dusun Jimse yaitu bapak Marsiadi yang merupakan salah seorang yang ikut berpartisifasi menjadi anggota dalam pengurus PINBID Lendang Nangka Utara, beliau juga banyak memberikan motivasi untuk terus berusaha dengan kemampuan yang kita miliki untuk maju dan ikut andil dalam memajukan desa tercinta.
Disini juga kami berdiskusi tentang bagaimana mengisi dan melaksanakan program satu Unit yang ada di dalam struktur lembaga PINBID yaitu Unit Sosial. Bapak Awaludin mengusulkan “bagaimana kalau kita mulai dengan melaksanakan santunan kepada anak yatim?”.
Bapak sakban selaku orang yang memiliki peran yang sangat penting di desa ini yaitu sebagai BHABINKAMTIBMAS atau POLMAS sangat menyambut baik dan menyetujui usul tersebut bahkan dalam kesempatan ini beliau berkomitmen untuk bulan Ramadan ini akan memberikan sebesar Rp. 300.000 dari kas PAM yang dikelolanya dan dari kepala dusun Jimse bapak Marsiadi akan mengeluarkan dari Kas PAMDUS yang dikelola sebesar Rp. 200.000.
Hal ini juga pernah di usulkan kepada masyarakat khususnya yang ada di dusun Jimse untuk mengadakan santunan kepada anak yatim dan piatu setiap bulan dan hal tersebut sangat di apresiasi dan disetujui oleh semua masyaraka yang berada di dusun Jimse, dan kedepan akan kami dari PINBID akan mengusulkan kepada semua kepala dusun yang berada di desa Lendang Nangka Utara untuk kita sama-sama memperhatikan anak yatim dan piatu bahkan anak terlantar.
Karena sesuai dengan hasil pendataan dari teman-teman pengurus PINBID bulan lalu jumlah anak yatim maupun piatu yang ada di desa Lendang Nangka Utara mecapai 150 orang.
Dalam kesempatan ini juga bapak sakban mengutarakan rencananya yang membentuk sebuah koperasi, karena dengan adanya koperasi di desa Lendang Nangka Utara ini diharapkan akan bisa mendongkrak perekonomian desa dapat membantu para usaha kecil dalam dalam mendapatkan modal dalam mengembangkan usaha yang mereka tekuni.
“Pertimbangan kami sehingga sangat berkeinginan membentuk sebuah koperasi di desa ini karena nanti yang akan menjadi anggota koperasi adalah langsung dari para pelanggan yang PAM yang dikelola sejumlah tiga ratusan orang lebih ditambah lagi dengan anggota pelanggan PAMDUS yang ada di dusun Jimse yang mencapai 100 orang lebih” ungkap bapak sakban menjelaskan kepada kami.
Hal tersebut juga di setujui oleh kepala dusun Jimse bapak marsiadi karena itu secara langsung akan membuka lapangan pekerjaan baru kepad masyarakat yang ada di desa Lendang Nangka Utara.
Oleh karena itulah kami dari PINBID Lendang Nangka Utara mengharapkan terutama kepada Kepala Desa, Dinas terkait maupun Lembaga lainnya untuk memberikan suport atau dukungan maupun bimbingan untuk mewujudkan apa yang telah kami rencanakan.

perkembangan kinerja kelompok usaha rumah tangga




setelah musyawarah pembentukan kelompok usaha yang diselenggarakn atas dukungan dari ADBMI & Friends terhadap masyarakt yang termasuk ke dalam daftar penerima manfaat dari program ADBMI yang berjumlah 100 orang yang ada di 6 dusun desa lendang nangka utara.
dari hasil musyawarah yang dilakukan pada tanggal 5 dan 8 April 2017 lalu menghasilkan 12 kelompok usaha dengan rincian tiap dusun 2 kelompok usaha uang terbentuk dengan berbagai rencana usaha yang di sepakati dari masing-masing kelompok yang berjumlah 12 kelompok usaha tersebut.
begitu juga dengan kelompok usaha yang ada di dusun jimse yaitu kelompok mawar dan kelompok anggrek yang merencanakan membuat kerupuk nanas, keripik, dodol nanas bahkan sirup nanas akan tetapi kendala yang sangat berat menurut ketua kelompok mereka adalah kemasan yang pas untuk memasarkannya.
dan pada saat ini yang sudah berjalan di kedua kelompok yang ada di dusun jimse ini adalah pembuatan keripik pisang, keripik singkong, dan kerupuk nanas di kelompok mawar sedangkan di kelompok anggrek adalah keripik singkong dan bantal.
kendala yang di alami sejauh ini menurut ketua kedua kelompok ini adalah peralatan untuk mengiris dalam pembuatan keripik tersebut, karena selama ini hanya menggunakan peralatan sederhana yang di rakit sendiri.
disamping itu juga " kami terkedala dengan modal yang sangat minim ketika ingin memproduksi dalam jumlah yang lebih besar" ujar Sapiah salah seorang anggota kelompok mawar saat kami tanya ketika sedang memproduksi keripik singkong kemarin tanggal 25 mei 2017.
hal yang sangat di harapkan selama ini adalah ada pihak-pihak baik dari pemerintah, dinas-dinas terkait, maupun lembaga lainnya untuk memberikan bantuan peralatan dan bantuan permodalan yang akan bisa mendongkrak hasil produksi maupun pendapatan mereka.

KUNJUNGAN PENDAMPING PKH KEC. MASBAGIK




PKH, lendang nangka utara, PINBID


Salah satu dari sekian banyak manfaat yang sudah kami peroleh dari pembentukan PINBID di desa Lendang Nangka Utara ini adalah wahana silaturrahmi dari berbagai kalangan atau instansi baik dari pemerintah maupun swasta. Hari ini Senin 05 Juni 2017 kami menerima kunjungan dari salah seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yaitu bapak Agus Purnawarman yang bertempat di sekretariat PINBID Lendang Nangka Utara.




Kunjungan ini dimaksudkan untuk menjalin komunikasi dan kerjasama yang lebih dekat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sosial yang ada di desa Lendang Nangka Utara, antara lain bagaimana memberdayakan masyarakat khususnya masyarakat yang termasuk dalam program keluarga harapan tersebut.

Disamping itu juga bagaimana rencana kedepan untuk mencarikan bantuan kepada para para kelompok usaha baru berupa peralatan yang bisa menunjang kegiatan produksi yang sesuai dengan jenis usaha yang mereka jalankan, begitu juga bantuan untuk yatim piatu maupun disabilitas yang ada di desa ini baik melaui swadaya masyarakat, pemerintah desa maupun dari instansi-instansi pemerintah lainnya.

Dalam kesempatan ini juga bapak agus purnawarman mengajak kepada teman-teman PINBID agar lebih meningkatakan komunikasi bersama semua lembaga-lembaga yang ada di desa ini, karena hal tersebut akan lebih memudahkan untuk  menyelesaikan permasalahan yang ada karena semua lembaga yang berada di bawah naungan desa akan bersinergi dalam melksanakan program-program yang sudah di rencanakan baik oleh PINBID maupun pemerintah desa.

Salah satu kesepakan yang juga dihasilakn dalam diskusi ini adalah akan mengadakan suatu pertemuan diskusi yang akan menghadirkan perwakilan dari semua lembaga desa yang ada sperti : perangkat desa, bumdes, karang taruna, tokoh-tokoh muda dari 12 dusun dan semua lembaga sosial desa lainnya untuk berdiskusi mencari permasalahan yang ada di setiap dusun dan sekaligus bersama-sama mencari solusi yang terbaik untuk mengatasinya.





Pada diskusi hari ini juga hadir beberapa pengurus PINBID antar lain Awaludin, Ahmad Rifa’i, Ahmad Zaidi, Ripai dan seorang anggota Bumdes yaitu bapak Naharudin dan beberapa  pemuda yang berasal dari dusun Jimse, 

PEMBENTUKAN KELOMPOK USAHA

 MUSYAWARAH PEMBENTUKAN KELOMPOK USAHA BARU
PINBID LENDANG NANGKA UTARA
DI BENTENG SELATAN
RABU, 05 APRIL 2017