Tema hari ini pada pelatihan
Manajemen Ekonomi Rumah Tangga PINBID Lendang Nangka Utara (Lentara) adalah mengambil keputusan dalam keluarga
yang adil gender dan ramah lingkungan, pada materi ini juga peserta akan diajak
untuk bisa menjelaskan dan membedakan antara tujuan jangka pendek dan jangka
panjang, Kamis 27 Juli 2017 bertempat di Aula PAUD Al-Izzati Jimse, desa
Lendang Nangka Utara, Kec. Masbagik.
Untuk mencapai tujuan agar peserta bisa membedakan antara tujuan jangka
pendek dan jangka panjang peserta diberikan metha plan untuk menuliskan pendapat
masing-masing peserta yang kemudian didiskusikan dan diambil kesimpulan dari
semua pendapat yang telah ditulis oleh peserta.
Metode yang dipakai pada sesi pertama dalam meluaskan pemahaman tentang
tujuan jangka pendek dan jangka panjang, bapak awaludin dan Baiq Sri Hidayati selaku
fasilitator dalam diskusi ini mengajak semua peserta untuk membuat 4 kelompok,
kelompok pertama TKI, ke 2 TKW, 3 Keluarga TKI/W dan kelompok 4 bukan keluarga
TKI/W. Setiap kelompok mendiskusikan tentang apa saja yang menjadi tujuan
jangka pendek dan tujuan jangka panjang dari para TKI/W dan keluarga TKI/W.
Masing-masing kelomok
mepresentasikan hasil diskusi kelompok masing –masing yang kemudian ditanggapi
oleh kelompok lain sehingga menciptakan suasana diskusi yang hangat dan
menyenangkan bagi peserta pelatihan. Dengan demikian setiap peserta bisa
merasakan dan memahami peran dari masing-masing kelompok yang ada.
Hasil yang bisa diperolah
dari diskusi kelompok ini adalah peserta bisa membedakan pengertian tujuan
jangka pendek, tujuan jangka panjang, contoh tujuan jangka pendek dan contoh
tujuan jangka panjang seperti yang pernah dialami dan dilaksanakan oleh
masing-masing peserta baik yang pernah menjadi TKI/W maupun keluarga TKI/W yang
ditinggalkan.
Setelah Ice Break dilanjutkan
kepada materi berikutnya yaitu bagaimana cara mengambil keputusan dalam
keluarga. Untuk memancing keterlibatan peserta untuk berdiskusi tentang cara
mengambil keputusan dalam musyawarah dalam keluarga, fasilitator mengadakan
curah pendapat bersama peserta apakah masing-masing peserta pernah mengambil
keputusan dalam keluarga atau tidak dan bagaimna cara mengambil keputusan pada
saat musyawarah yang dilakukan pada lingkungan keluarga.
Selanjutnya fasilitator
membagikan metha plan kepada peserta untuk menuliskan pengalaman mereka tentang
kendala-kendala yang pernah mereka alami dalam mengambil suatu keputusan dalam
rumah tangga masing-masing dan bagaimana solusi yang mereka pakai untuk
mengatasi kendala-kedala tersebut sehingga bisa mengambil keputusan yang
terbaik bagi semua anggota keluarga mereka.
Pada sesi 2 setelah
mengadakan review tentang materi pada sesi pertama, peserta suguhkan dengan materi
selanjutnya yaitu definisi keuntungan, definisi kerugian, dan apa saja yang
menjadi alasan-alasan atau pertimbangan-pertimbangan sehingga mengambil
keputusan untuk merelakan salah seorang
dari anggota keluarga mereka pergi bermigrasi.
Pengertian keuntungan dan
kerugian dapat dihasilkan suatu ksimpulan dari curah pendapat bersama peserta,
selanjutnya untuk mengetahui apa saja yang menjadi keuntungan dan kerugian
bermigrasi menggunakan metha plan yang dibagikan kepada beberapa kelompok yang
sebelumnya telah dibentuk, dengan cara ini peserta akan terlibat aktif dalam
berdiskusi dengan sesama anggota kelompok mereka dan secara langsung mengajak
mereka mempraktikkan metode musyawarah dan bagaimana melibatkan semua anggota
kelompok agar bisa mengambil peran masing-masing untuk memperoleh keputusan
yang terbaik dan ramah lingkungan.
Hasil metha plan kemudian
dibacakan oleh perwakilan dari masing-masing kelompok selanjutnya ditanggapi
dan tidak jarang sempurnakan oleh kelompok yang lain, dengan demikian tujuan
pada sesi ini dihasilkan dengan sempurna dan bisa diterima oleh semua peserta.
Diakhir sesi peserta diajak
untuk bermain peran dan bermain akting, tapi sebelumnya peserta dibagi menjadi
4 kelompok, kemudian fasilitator membacakan sebuah cerita pendek kemudian
masing-masing kelompok harus membuat percakapan yang berisikan pesan tentang
bagaimana sebuah keluarga mengambil suatu keputusan, siapa yang mengambil
keputusan akhir, siapa yang terlibat dalam mengambil keputusan tersebut, dan
siapa saja yang terdampak dengan keputusan tersebut.
Ceritanya adalah tentang
sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan 2 orang anak yang masih dalam
usia sekolah. Kepala keluarga dalam hal ini ayah baru saja pulang dari rumah
sakit yang dan menghabiskan biaya Rp. 1,5 juta yang diperoleh dengan berhutang
pada tetangga, dan biaya yang dihabiskan oleh ibu untuk belanja pada saat masih
dirawat di rumah sakit sebesar Rp. 1 juta dan juga dengan berhutang pada
tetangga, dengan demikian total hutang mereka adalah Rp. 2,5 juta, pada saat
yang sama salah seorang anak yang akan masuk sekolah minta dibelikan sepeda
motor yang dipakai pergi kesekolah sehingga salah seorang dari anggota keluarga
mereka harus direlakan untuk bermigrasi untuk menyelesaikan permasalahan yang
sedang mereka hadapi.
Masing-masing kelompok
membacakan percakapan yang telah mereka buat dengan cara berakting memperagakan
sebuah keluarga yang bermusyawarah untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang
dihadapi. Setelah selesai mereka diminta untuk menjelaskan bagaimana cara
mengambil keputusan, siapa yang terlibat dalam mengambil keputusan, siapa yang
mengambil keputusan akhir dan siapa yang terdampak oleh keputusan tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar