Kamis, 27 Juli 2017

Hari ke 2 pelatihan MERT tahap 2 PINBID Lendang Nangka Utara



Tema  hari ini pada pelatihan Manajemen Ekonomi Rumah Tangga PINBID Lendang Nangka Utara (Lentara)  adalah mengambil keputusan dalam keluarga yang adil gender dan ramah lingkungan, pada materi ini juga peserta akan diajak untuk bisa menjelaskan dan membedakan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang, Kamis 27 Juli 2017 bertempat di Aula PAUD Al-Izzati Jimse, desa Lendang Nangka Utara, Kec. Masbagik.

Untuk mencapai tujuan agar peserta bisa membedakan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang peserta diberikan metha plan untuk menuliskan pendapat masing-masing peserta yang kemudian didiskusikan dan diambil kesimpulan dari semua pendapat yang telah ditulis oleh peserta.

Metode yang dipakai pada sesi pertama dalam meluaskan pemahaman tentang tujuan jangka pendek dan jangka panjang, bapak awaludin dan Baiq Sri Hidayati selaku fasilitator dalam diskusi ini mengajak semua peserta untuk membuat 4 kelompok, kelompok pertama TKI, ke 2 TKW, 3 Keluarga TKI/W dan kelompok 4 bukan keluarga TKI/W. Setiap kelompok mendiskusikan tentang apa saja yang menjadi tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang dari para TKI/W dan keluarga TKI/W.

Masing-masing kelomok mepresentasikan hasil diskusi kelompok masing –masing yang kemudian ditanggapi oleh kelompok lain sehingga menciptakan suasana diskusi yang hangat dan menyenangkan bagi peserta pelatihan. Dengan demikian setiap peserta bisa merasakan dan memahami peran dari masing-masing kelompok yang ada.

Hasil yang bisa diperolah dari diskusi kelompok ini adalah peserta bisa membedakan pengertian tujuan jangka pendek, tujuan jangka panjang, contoh tujuan jangka pendek dan contoh tujuan jangka panjang seperti yang pernah dialami dan dilaksanakan oleh masing-masing peserta baik yang pernah menjadi TKI/W maupun keluarga TKI/W yang ditinggalkan.

Setelah Ice Break dilanjutkan kepada materi berikutnya yaitu bagaimana cara mengambil keputusan dalam keluarga. Untuk memancing keterlibatan peserta untuk berdiskusi tentang cara mengambil keputusan dalam musyawarah dalam keluarga, fasilitator mengadakan curah pendapat bersama peserta apakah masing-masing peserta pernah mengambil keputusan dalam keluarga atau tidak dan bagaimna cara mengambil keputusan pada saat musyawarah yang dilakukan pada lingkungan keluarga.

Selanjutnya fasilitator membagikan metha plan kepada peserta untuk menuliskan pengalaman mereka tentang kendala-kendala yang pernah mereka alami dalam mengambil suatu keputusan dalam rumah tangga masing-masing dan bagaimana solusi yang mereka pakai untuk mengatasi kendala-kedala tersebut sehingga bisa mengambil keputusan yang terbaik bagi semua anggota keluarga mereka.
Pada sesi 2 setelah mengadakan review tentang materi pada sesi pertama, peserta suguhkan dengan materi selanjutnya yaitu definisi keuntungan, definisi kerugian, dan apa saja yang menjadi alasan-alasan atau pertimbangan-pertimbangan sehingga mengambil keputusan  untuk merelakan salah seorang dari anggota keluarga mereka pergi bermigrasi.

Pengertian keuntungan dan kerugian dapat dihasilkan suatu ksimpulan dari curah pendapat bersama peserta, selanjutnya untuk mengetahui apa saja yang menjadi keuntungan dan kerugian bermigrasi menggunakan metha plan yang dibagikan kepada beberapa kelompok yang sebelumnya telah dibentuk, dengan cara ini peserta akan terlibat aktif dalam berdiskusi dengan sesama anggota kelompok mereka dan secara langsung mengajak mereka mempraktikkan metode musyawarah dan bagaimana melibatkan semua anggota kelompok agar bisa mengambil peran masing-masing untuk memperoleh keputusan yang terbaik dan ramah lingkungan.

Hasil metha plan kemudian dibacakan oleh perwakilan dari masing-masing kelompok selanjutnya ditanggapi dan tidak jarang sempurnakan oleh kelompok yang lain, dengan demikian tujuan pada sesi ini dihasilkan dengan sempurna dan bisa diterima oleh semua peserta.

Diakhir sesi peserta diajak untuk bermain peran dan bermain akting, tapi sebelumnya peserta dibagi menjadi 4 kelompok, kemudian fasilitator membacakan sebuah cerita pendek kemudian masing-masing kelompok harus membuat percakapan yang berisikan pesan tentang bagaimana sebuah keluarga mengambil suatu keputusan, siapa yang mengambil keputusan akhir, siapa yang terlibat dalam mengambil keputusan tersebut, dan siapa saja yang terdampak dengan keputusan tersebut.

Ceritanya adalah tentang sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan 2 orang anak yang masih dalam usia sekolah. Kepala keluarga dalam hal ini ayah baru saja pulang dari rumah sakit yang dan menghabiskan biaya Rp. 1,5 juta yang diperoleh dengan berhutang pada tetangga, dan biaya yang dihabiskan oleh ibu untuk belanja pada saat masih dirawat di rumah sakit sebesar Rp. 1 juta dan juga dengan berhutang pada tetangga, dengan demikian total hutang mereka adalah Rp. 2,5 juta, pada saat yang sama salah seorang anak yang akan masuk sekolah minta dibelikan sepeda motor yang dipakai pergi kesekolah sehingga salah seorang dari anggota keluarga mereka harus direlakan untuk bermigrasi untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang mereka hadapi.

Masing-masing kelompok membacakan percakapan yang telah mereka buat dengan cara berakting memperagakan sebuah keluarga yang bermusyawarah untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Setelah selesai mereka diminta untuk menjelaskan bagaimana cara mengambil keputusan, siapa yang terlibat dalam mengambil keputusan, siapa yang mengambil keputusan akhir dan siapa yang terdampak oleh keputusan tersebut.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar