![]() |
| Peserta pelatihan MERT tahap II |
Berhubung hari terakhir pelatihan ini bertepatan dengan hari Jum'at 28 Juli 2017, maka panitia dan semua peserta menyepakati bahwa acara harus dimulai 1 jam lebih awal dari hari biasanya yaitu masuk pada jam 08.00-11.00 untuk sesi yang pertama, karena semua fasilitaor, panitia dan peserta akan melaksanakan ibadah solat jum'at, siamping itu juga lokasi pelatihan yaitu Aula PAUD Al-Izzati Jimse, Desa Lendang Nangka Utara yang berdekatan dengan masjid. Begitujuga dengan acara makan siang semua peserta menyepakati untuk makan siang setelah melaksanakan ibadah solat Jum'at, oleh karena itu tidak mengganggu atau mengurangi jam belajar pelatihan seperti yang telah ditentukan walaupun dilaksanakan pada hari Jum'at.
Semangat atau antusiasme
peserta yang mengikuti pelatihan ini cukup tinggi dan sangat aktif hal ini
terbukti dengan tingkat kehadiran peserta dari hari pertama sampai hari
terakhir tetap 25 orang dan hasil diskusi secara berkelompok maupun tugas
perorangan yang diberikan oleh fasilitator dan sudah ditulis baik pada
flipchart mapun metha plan sangat banyak bahkan baru 2 hari saja sekeliling
tembok ruangan pelatihan sudah penuh dengan tempelan flipchart dan metha plan
hasil belajar peserta pelatihan.
Seperti hari-hari sebelumnya
acara dimulai dengan melakukan review tentang materi pada hari sebelumnya yaitu
tentang tujuan jangka pendek, tujuan jangka panjang, cara mengambil keputusan
serta keuntungan dan kerugian migrasi. Untuk menentukan siapa yang akan
mereview, fasilitator menggunakan cara yang unik dan bisa menghibur peserta
yaitu dengan menggunakan gulungan kertas yang diletakkan dipundak dan di jepit
dengan kepala, kemudaian harus diambil oleh peserta yang lain dengan pundak juga
tidak boleh menggunakan tangan, dengan demikian sapa yang menjatuhkan kertas
tersebut berarti dialah yang harus melakukan review dan begitu seterusnya
sampai dianggap cukup oleh fasilitator.
Materi pada hari ketiga
pelatihan ini adalah tentang anggaran, perbedaan dan persamaan antara kebutuhan
dan keinginan, dan terakhir tentang pemasukan dan pengeluaran. Untk materi yang
pertama bapak Awaludin, S.Pd menggunakan metode curah pendapat dari para
peserta, menurut bapak satarudin salah
seorang peserta " Anggaran adalah sebuah rencana untuk mengerjakan sesuatu
pekerjaan atau usaha yang sudah ditentukan baiaya dan waktu
pengerjaannya".
Pada materi tentang kebutuhan
dan keinginan fasilitator menggunakan metode curah pendapat untuk mengetahui
pengertian dari kebutuhan dan keinginan dari masing-masing peserta yang
kemudian disimpulkan oleh fasilitator, dan fasilitator juga menggunakan metha
plan yang dibagikan kepada semua peserta untuk menuliskan apa saja yang
termasuk kebutuhan dan keinginan stelah itu hasilnya dibacakan dan didiskusikan
dengan semua peserta.
Curah pendapat juga dianggap
efektif oleh fasilitator " Dengan metode curah pendapat ini sangat efektif
digunakan karena disamping untuk mencapai tujuan-tujuan dari materi yang akan
dibahas juga bisa membuat suasana diskusi atau pelatihan mejadi lebih aktif dan
tidak membosankan karena semua peserta ikut aktif dalam menyampaikan pendapat
masing-masing dan akan memudahkan bagi fasilitator untuk mencapai tujuan-yang
diharapkan karena tugas fasilitator hanya akan menyimpulkan atau melengkapi
saja." Ungkap bapak Awaludin, S.Pd.I selaku fasilitator dalam pelathihan
warga Manajemen Ekonomi Rumah Tangga (MERT) ini.
Metode ini juga dipakai untuk
mengetahui perbedaan antara pemasukan dan pengeluaran, setelah itu semua peserta
dibagikan selembar kertas HVS untuk menuliskan apa saja yang menjadi sumber
pemasukan dan pengeluaran sebagaimana yang dialami sehari-hari dalam rumah
tangga masing-masing peserta, yang kemudian didiskusikan bersama.
Dengan demikian sesi pertama
pada hari ketiga pelatihan ini sudah tuntas dan kemudian simpulkan oleh
fasilitator dengan menanyakan dan memaparkan kepada peserta tentang
tujuan-tujuan pada tema hari ini yaitu ; bisa menjelaskan pengertian anggaran,
bisa membedakan kebutuhan dan keinginan dan bisa membedakan antara pemasukan
dan pengeluaran.
Setelah makan siang peserta
langsung masuk kedalam ruangan pelatihan untuk mengikuti materi selanjutnya
yaitu mengisi lemabar kerja anggaran yang didahului dengan melakukan review
tentang materi pada sesi yang pertama. Peserta dibagikan lembar kerja anggaran
untuk mencoba praktik membuat anggaran sesuai dengan pengalaman rumah tangga
mereka masing-masing, mereka diminta untuk menuliskan apa saja yang menjadi
sumber pendapatan sehari-hari dan berapa besaran pendapatan yang mereka peroleh
dan juga menuliskan hal-hal apa saja yang menjadi pengeluaran sehari-hari
mereka yang kemudian dikalkulasikan berapa pendapatan dikurangi dengan
pengeluaran yang biasa mereka lakukan.
Hasilnya dibaca langsung oleh
masing-masing peserta, dan kebanyakan dari mereka lebih besar pengeluaran
daripada pendapatan, menurut mereka hal ini disebabkan karena berbagai alasan
antara lain : banyaknya kebutuhan bersama anggota keluarga, kurangnya lapangan
pekerjaan, harga-harga kebutuhan pokok yang sangat tinggi dan selalu naik,
kurangnya ilmu pengetahuan untuk bersaing dengan perkembangan zaman dan lain
sebaginya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar